Kalau Anda mengelola multi warehouse, tantangan stok biasanya bukan sekadar “berapa jumlah barang”, tapi “barang itu ada di gudang mana, kondisinya apa, dan datanya benar atau tidak”. Di sinilah inventory control jadi penentu, karena sedikit saja data meleset, efeknya bisa berantai: stok menumpuk di gudang A (stok mati), sementara gudang B kehabisan (out of stock), lalu order terlambat, biaya ekspedisi transfer antar gudang naik, dan cash flow makin seret.